Hidup Teratur dan Kreatif dengan Bullet Journal

Banyaknya kegiatan dan rencana sehari-hari seringkali membuat Anda kewalahan. Aneka catatan, kalender yang penuh coretan jadwal meeting, post-it yang tumpang tindih dalam agenda, dan daftar tugas yang berderet malah membuat hidup terasa semakin berantakan. Agar lebih teratur Anda bisa membuat bullet journal yang bisa menggabungkan semua rencana kegiatan, daftar tugas, dan catatan dalam tampilan yang menarik. Sistem pengaturan yang fleksibel ini diciptakan oleh Ryder Carroll, seorang desainer grafis dari New York. Menurutnya, desain jurnal sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, minat dan berbagai hal yang disukai pemakainya. Dalam bullet journal, Anda bisa menambahkan halaman khusus untuk kutipan, foto, dekorasi, pernak-pernik dan banyak lagi.

Apa yang dibutuhkan untuk membuat bullet journal? Bahan utama tentu adalah buku. Dan karena dalam bullet journal Anda bebas berkreasi, tidak perlu terpaku pada buku bergaris. Anda bisa menggunakan halaman polos, bergaris, atau bahkan kotak-kotak. Bahan selanjutnya adalah penggaris dan aneka alat tulis. Semakin beragam, semakin bebas pula Anda berkreasi.

Rencanakan bullet journal sesuai dengan jumlah halaman buku, lalu bagi menjadi beberapa bagian, seperti kalender, rencana tahunan, jadwal bulanan dan mingguan, review, wish-list, rencana traveling, serta halaman kreatif. Buat jadwal mingguan atau jadwal bulanan dengan menambahkan kolom catatan dan to-do list di tiap halamannya.

Sejalan dengan namanya, maka Anda juga perlu membuat titik penanda (bullet) untuk setiap kegiatan. Tapi penanda ini tidak harus berupa titik, kok. Misalnya, kotak ungu untuk menandai kegiatan yang masih direncanakan, segitiga biru untuk pekerjaan yang sedang berlangsung, lingkaran merah untuk hal-hal yang dibatalkan, dan bintang hijau untuk pekerjaan yang telah selesai. Sisakan beberapa halaman setelah lembaran agenda mingguan sebagai lembaran kreatif tempat menuangkan ide, curhat, atau bahkan untuk sekadar doodling. Untuk tampilan yang lebih menarik, Anda bisa menggunakan aneka jenis pena seperti fineliner dan felt-tip pens spidol marker, ink pens calligraphy pens, textliner, dan brush pens dari seri Pitt Artist Pens. Pena fineliner termasuk ‘senjata’ utama dalam membuat bullet journal karena ujungnya yang kecil sehingga cocok untuk membuat bullet, tulisan atau sketsa yang bisa memberikan sentuhan personal dalam jurnal Anda.

Sedangkan untuk mempercantik jurnal, Anda bisa menggunakan brush pens yang bisa memberikan efek kaligrafi dalam catatan. Jangan takut untuk berekplorasi, termasuk menambahkan aneka ilustrasi, bingkai halaman, dan banner. Selamat berkreasi!

Anda akan menyukai

Segudang Manfaat Menulis dengan Tangan
Segudang Manfaat Menulis dengan Tangan
Tahukah Anda bahwa menulis dengan tangan memiliki banyak manfaat?
Selengkapnya

Alat tulis pilihan

Textliner 46 Pastel Lilac Ink
Textliner 46 Pastel Lilac Ink
Tahukah Kamu?
Faber-Castell menghasilkan lebih dari 2,3 miliar pensil kayu setiap tahun.
 Faber-Castell menghasilkan lebih dari 2,3 miliar pensil kayu setiap tahun.
Tahukah Kamu?
Faber-Castell menumbuhkan sekitar 20 m3 kayu setiap jamnya, setara dengan sekitar 1 beban truk.
Faber-Castell menumbuhkan sekitar 20 m3 kayu setiap jamnya, setara dengan sekitar 1 beban truk.
Tahukah Kamu?
Untuk produksi pensilnya sendiri, Faber-Castell hanya menggunakan kayu dari hutan yang dikelola secara lestari.
 Untuk produksi pensilnya sendiri, Faber-Castell hanya menggunakan kayu dari hutan yang dikelola secara lestari.
Tahukah Kamu?
Desain pensil kayu berubah dari bulat menjadi heksagonal / segitiga karena pensil sering jatuh terguling dari meja
Desain pensil kayu berubah dari bulat menjadi heksagonal / segitiga karena pensil sering jatuh terguling dari meja